Selasa, 05 Februari 2013

Uwa Ajengan Choer Afandy



Uwa Ajengan Choer Afandy 
(Pendiri Pondok Pesantren Manonjaya Tasikmalaya)
Sejarah Singkat
  Pondok Pesantren MIFTAHUL HUDA didirikan oleh alMarhum KH. Choer Affandi (dikenal dengan julukan UWA Ajengan) beserta istri (Hj. Siti Shofiyyah) pada tanggal 7 Agustus 1967. Berlokasi di Kedusunan Pasirpanjang, Desa Kalimanggis, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Propinsi Jawa Barat, jarak dari Ibu kota Kabupaten 13 km. ke arah Timur, dari ibu kota Kecamatan 1 km. ke arah Tenggara dan 8 km. dari ibu kota Ciamis ke arah Barat Daya.

Cikal bakalnya adalah Pondok Pesantren Wanasuka di kampung Cigugur Ciamis, kemudian karena pergolakan perjuangan pada saat itu Pondok Pesantren Wanasuka tidak dapat dilanjutkan. Beberapa tahun kemudian KH. Choer Affandi mendirikan lagi Pondok Pesantren dengan nama Pesantren Gombongsari di kampung Cisitukaler desa Pasirpanjang, kemudian karena di lokasi ini tidak memungkinkan untuk diperluas lokasinya, sementara Santri bertambah terus, atas dukungan masyarakat lokasinya dipindah ke lokasi sekarang, dibangun di atas tanah waqaf dari Raden H. Mardiyah seorang aghniya di Manonjaya.
Kini, terletak di areal tanah seluas 8 hektar, dihuni lebih dari 3.000 santri dan memiliki 1.000 lebih cabang Pesantren yang tersebar di Daerah Jawa dan Sumatera, merupakan lembaga pendidikan Islam yang dengan segala kelebihan dan kekurangannya selalu mengupayakan agar para santrinya mampu berakhlaqul karimah dan mendapat ilmu yang bermanfa'at yang dituangkan dalam tiga program Pesantren, yaitu; 1. Ulama Al'Amilin (Ulama yang mampu mengamalkan ilmunya), 2. Imamal Muttaqin (Memimpin ummat untuk bertaqwa), 3. Muttaqin (Manusia yang bertahan dalam ketaqwaan)
Usaha ke arah tersebut ditunjang dengan strategi luar (Dzohiriyyah) berbentuk kegiatan-kegiatan pendidikan dan pembinaan selama 24 jam dan strategi dalam (Bathiniyyah) berbentuk ibadah- ibadah ritual yang diberjama'ahkan, seperti; Riyadloh, tadarrus al-Quran, sholat berjama'ah awal waktu, sholat Tahajjud dan sholat Dluha yang kesemuanya ada dalam kerangka peraturan sebuah organisasi yang ditopang dengan administrasi, komputer sistem online dan fasilitas-fasilitas pelayanan lainnya.
Sepeninggalan pendiri Pesantren pada tanggal 26 November 1994, Pesantren Miftahul Huda dikelola langsung oleh para putra, mantu (Dewan Kiai) dan cucu (Anuarmuda) dibawah Pimpinan Umum KH. Asep A. Maoshul Affandy dan dibantu oleh santri Khodimul Ma'had/Pengabdian (santri senior yang telah menyelesaikan studi jenjang akhir dan berhasil Wisuda).
Semoga Alloh SWT senantiasa memberikan pertolongan dan membukakan jalan kebaikan kepada kita sekalian hingga sampai ke gerbang kesuksesan, Aamiin.

Visi dan Misi

Pondok Pesantren Mitahul Huda secara harfiyah berarti "Kunci Petunjuk", nama ini diberikan oleh UWA Ajengan untuk menggambarkan harapannya agar Pondok Pesantren yang dikelolanya dapat mencetak orang-orang yang sholeh dan para Ajengan (sebutan Kiai di daerah sunda) yang nantinya dapat memberikan bimbingan keagamaan kepada masyarakat.
Pondok Pesantren Miftahul Huda didirikan dengan misi dan visi yang jelas yaitu Ta'muruuna bil ma'ruuf wa Tanhauna 'anil munkar yakni menyeru manusia untuk dapat berbuat kebajikan dan melarang untuk berbuat kejahatan. Salah satu upaya untuk merealisasikan misi di atas adalah melalui bentuk Pendidikan yang berpolakan Salafiyyah.
Misi di atas dijabarkan ke dalam bentuk tujuan pendidikan Pesantren Miftahul Huda yaitu sebagai berikut :
1. Mencetak 'Ulama'ul 'Amilin (Ulama yang mengamalkan Ilmu). Ini merupakan tujuan puncak dan menjadi kejaran dan harapan seluruh pemangku Pesantren Miftahul Huda. Namun demikian tujuan ini tidak mungkin terkabul oleh seluruh para santrinya, oleh karenanya bila tujuan ini tidak kesampaian maka diharapkan tujuan yang kedua dapat terkabulkan.
2. Mencetak Imamal Muttaqin (Sponsor manusia untuk bertaqwa). Bahwa siapapun dapat menjadi sponsor yang aktif mendukung dalam menciptakan manusia-manusia yang muttaqin, tujuan ini pun tidak seluruh orang punya kemampuan untuk dapat memimpin mengajak orang lain untuk bertaqwa, oleh karenanya paling tidak lulusan Pesantren Miftahul Huda dapat menghasilkan tujuan berikutnya yakni...
3. Mencetak pribadi yang Muttaqin. Diharapkan lulusan Pesantren Miftahul Huda atau bahkan yang tidak lulus pun dapat memiliki bekal dalam ketaqwaan pribadinya.
Rumusan tujuan Pesantren ini disusun pada saat mendirikan Pesantren Miftahul Huda yang ada sekarang ini, sedangkan saat mendirikan Pesantren Pesantren sebelumnya beliau tidak merumuskan tujuan secara tertulis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar